Home > SUMATERA BARAT > SUMATERA BARAT – OBJEK WISATA 2

SUMATERA BARAT – OBJEK WISATA 2

Wisata di Kota Bukittinggi

21. Jam Gadang

sumbar

Jam Gadang berukuran 13×4 meter ini berdiri di atas kawasan Taman Sabai Nan Aluih tepat di depan Istana Bung Hatta. Di kawasan sekitar jam gadang ini ditanam sejumlah pohon sehingga makin terasa rindang, Jam gadang merupakan ikon kota Bukittinggi yang sangat sayang jika di lewatkan.

Pemerintah bukittinggi juga melengkapinya dengan kursi-kursi beton untuk bersantai. Taman Jam Gadang ini selalu ramai, mulai pagi, siang, sore hingga pada malam hari. Banyak tua muda selalu memanfaatkannya untuk bersantai. Bahkan, banyak orang tua muda membawa buah hatinya bermain disini pada sore hari.

22. Benteng Fort de Kock

Benteng Fort de Kock

foto: @yudi.ahmad

Benteng Fort De Kock merupakan sebuah benteng peninggalan bangsa Belanda yang berdiri di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Kawasan ini hanya terletak kurang lebih 1 km dari pusat kota Bukittinggi yakni di kawasan Jam Gadang, Terletak tepatnya di terusan jalan Tuanku nan Renceh.

Bangunan Benteng Fort De Kock ini didirikan oleh Kapten Bouer pada tahun 1825. Benteng Fort De Kock ini digunakan oleh Tentara Belanda sebagai kubu pertahanan dari gempuran rakyat Minangkabau terutama sejak meletusnya Perang Paderi pada tahun 1821-1837.

Benteng Fort De Kock ini merupakan satu dari dua benteng peninggalan Belanda yang ada di Provinsi Sumatera Barat, yang satu lagi terletak di Batusangkar karena dahulu dua kota inilah yang paling susah ditaklukan oleh Belanda saat perang Paderi.

23. Jembatan Limpapeh

Jembatan Limpapeh Bukittinggi

@hanifahnadia35

Jembatan Limpapeh dibangun sekitar tahun 1995 dengan terlihat dominan warna kuning dan merah. Jembatan yang terbuat dari baja ini menghubungkan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan dengan Benteng Fort de Kock.

Sekilas, Jembatan Limpapeh ini terlihat tidak begitu menarik jika dilihat dari bawah jembatan, namun jika saat mencoba untuk menyeberang di atas jembatan, Saat melewatinya terasa getaran dan goyangan yang justru memancing adrenalin. Dari jembatan ini kita dapat melihat pemandangan indah Kota Bukittinggi yang dikelilingi oleh perbukitan dan Gunung Marapi.

24. Ngarai Sianok

Ngarai Sianok

@aifani

Ngarai sianok ini membentang sejauh kurang lebih 15 km dari sisi selatan Nagari Koto Gadang hingga Nagari Sianok Enam Suku, dengan kedalaman lembah mencapai 100 meter dan lebar celah sekitar 200 meter.

Ngarai Sianok merupakan suatu wujud visual yang paling jelas dari aktivitas pergerakan lempeng bumi “tektonik” di Pulau Sumatera ini. Proses terbentuk patahan tersebut menghasilkan sebuah kawasan yang subur dengan panorama yang indah.

Kawasan ngarai sianok ini memiliki sebutan lain yaitu, Lembah Pendiam, karena suasananya yang tenang dan damai. Didukung dengan udaranya yang sejuk dan angin yang berhembus semilir, diiringi latar suara kicauan burung kecil kecil dan gemericik air sungai, ngarai ini cocok sebagai tempat melepaskan beban pikiran dari rutinitas sehari-hari.

25. Lobang Jepang Bukittinggi

@giaanggraini

@giaanggraini

Lobang Jepang Terletak di kota Bukittinggi, bunker ini merupakan peninggalan zaman jepan yang dahulu dibangun oleh orang Indonesia melalui kerja paksa di bawah tekanan tentara Jepang pada saat itu yang berhasil menduduki Indonesia dari tahun 1942 sampai 1945.

Lobang jepang ini memiliki panjang kurang lebih 1.470 meter dan berjarak 40 meter di bawah Ngarai Sianok. Terdapat 21 terowongan di dalam lobang jepang, yang dulunya digunakan untuk menyimpan amunisi, tempat tinggal, ruang pertemuan, ruang tahanan, ruang makan, dapur,ruang penyiksaan, ruang mata-mata, ruang penyergapan, dan pintu gerbang.

26. Janjang Ampek Puluah

janjang-ampek-puluah2

Janjang Ampek Puluah berasal dari kata bahasa minang yaitu Janjang (tangga) ampek (empat) puluah (puluh), Nama tersebut berasal dari jumlah anak tangga sebanyak empat puluh. Janjang ampek puluah cukup terjal dengan tinggi anak tangga 25 cm. Lantai tangga berwarna merah tua.

Pada musim hujan harus jalan dengan hati-hati saat melalui janjang ampek puluah, karena curah hujan yang tinggi di bukittinggi dan aliran air dari pasar atas melalui tangga yang cukup banyak, menyebabkan tangga menjadi licin dan ini membahayakan pejalan kaki. Walau di sisi kanan tangga terdapat railing, untuk pegangan saat naik dan turun.

27. Janjang Saribu

objek-wisata-janjang-saribu-bukittinggi-sumatera-barat

Ada lagi wisata yang mengesankan di Bukittinggi yakni Janjang Saribu. Dalam menikmati kunjungan ke janjang saribu bukittinggi, tentu saja Anda harus mengetahui terlebih dahulu tentang tempat wisata ini. Pengunjung biasanya ingin merasakan sebuah sensasi saat berkunjung ke Tembok Besar Cina, namun ini merupakan tembok cina versi kota Bukittinggi.

Bila dilihat, tentu saja ada banyak susunan dan deretan anak tangga yang cukup panjang dan banyak pada kawasan atau daerah Koto Gadang. Panjang dari anak tangga tersebut ini membentang ke kawasan bawah Ngarai Sianok. Jalan anak tangga tersebut dalam bahasa daerah ini diberi nama Janjang Saribu, atau yang berarti tangga seribu.

28. Museum Bung Hatta

rommypujianto.wordpress.com

rommypujianto.wordpress.com

Lahan bekas rumah kelahiran Bung Hatta seluas kurang lebih 1.000 m² dibebaskan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi. Diperkirakan luas tanah itu baru sebagian dari lahan yang dahulu dimiliki keluarga almarhum Bapak Bung Hatta.

Yayasan Pendidikan Wawasan Nusantara yang mengelola Universitas Bunga Hatta dan merenovasi rumah kelahiran Bung Hatta pada bulan September 1994. Perencanaan dan Pelaksanaan renovasi dipimpin oleh Rektor Universitas Bung Hatta. Museum ini dikelola oleh Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Bukittinggi yang bernilai sejarah yang tinggi.

29. Istana Bung Hatta

triptrus.com

triptrus.com

Istana Bung Hatta berada tepat di seberang Jam Gadang Bukittinggi, dengan halaman luas hijau asri dan sejuk yang dihiasi olej pohon palm dan cemara. Di sekeliling Istana Bung Hatta dipagari tembok rendah, dengan pintu gerbang yang terbuka . Namun ketika melangkah masuk, seorang penjaga bergegas mendekat, dan tidak memperbolehkan masuk lebih jauh lagi mendekati bangunan.

30. Taman Margasatwa dan Budaya Kinanta

http://cumakita.com

http://cumakita.com

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan merupakan sebuah taman rekreasi keluarga dan objek wisata budaya di Kota Bukittinggi yang wajib dikunjungi, dengan berjalan kaki cukup menyeberangi Jembatan Limpapeh, sesaat setelah selesai melihat Benteng Fort de Kock. Anda Memasuki area Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, akan segera terlihat sebuah kandang Gajah, serta Rumah Adat Baanjuang yang digunakan sebagai museum.

Wisata di Kota Payakumbuh

31. Jembatan Kelok Sembilan

kelok

Kelok 9 atau Kelok Sembilan merupakan sebuah ruas jalan penghubung provinsi Riau dengan Sumatera barat yang berkelok terletak sekitar 30 km sebelah timur dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Jalan ini membentang sepanjang 300 meter di Jorong Aie Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Jalan kelok 9 ini memiliki tikungan yang cukup tajam dengan lebar sekitar 5 meter, berbatasan dengan jurang, dan diapit oleh dua perbukitan di antara dua cagar alam yaitu Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau. Namun kali ini dengan pembangunan yang di lakukan, Kelok 9 menjadi lebih cantik, indah dan banyak menarik perhatian pengguna jalan yang melewatinya.

32. Lembah Harau Limapuluh Kota

lembah-harau

http://phinemo.com

Lembah Harau merupkan sebuah lembah dekat kota Payakumbuh di kabupaten Limapuluh Koto, provinsi Sumatera Barat. Lembah Harau diapit oleh dua bukit yang terjal dan indah dengan ketinggian tebing mencapai hingga 150 meter. Lembah Harau, dilingkungi oleh batu pasir yang terjal berwarna-warni ke orengean, dengan ketinggian 100 sampai 500 meter.

Lembah harau terletak di ketinggian dari permukaan laut adalah 500 sampai 850 meter, Berjalan menuju Lembah Harau sangat menyenangkan. Dengan udara yang masih segar, bersih dan Anda bisa melihat keindahan alam sekitarnya yang memiliki pemandangan yang ciamik dan menakjubkan.

33. Rumah Gadang di Sungai Beringin

Rumah Gadang di Sungai Beringin

Rumah Gadang di Sungai Beringin

Rumah Gadang Sungai Beringin merupakan sebuah rumah khas masyarakat Payakumbuh, Orang sekitar pasti tahu tentang rumah ini, romah ini merupakan salah satu bukti kemegahan rumah adat yang di miliki masyarakat minang sejak jaman dahulu. Rumah gadang ini diresmikan keberadaannya oleh Menteri Pariwisata yang saat itu di pimpin oleh bapak Joop Ave pada tanggal 9 Januari 1994.

Bangunan ini dipersembahkan untuk Bundo Kanduang dan Anak Cucu masayarakat Minangkabau, yang hingga kini rumah gadang ini diperuntukkan sebagai objek wisata untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya minangkabau kepada masayarakat luar. Rumah gadang sungai beringin saat ini di kelola oleh PT.Pusako Rumah Gadang yang sangat terawat sangat baik.

34. Bukik Bulek Taram

Bukik Bulek Taram

Bukik Bulek Taram

Bukit Bulek Taram Merupakan objek wisata yang terletak di Kenagarian Taram Kabupaten Lima Puluah Kota, Sumatera barat. Bukik Bulek ini merupakan sebuah batu yang berbentuk bundar, puncaknya menonjol dan sangat terjal. Di kaki bukit ini terdapat hamparan tanah dengan rerumputan yang datar.

Lokasi ini belum terkelola dengan baik seutuhnya, belum memiliki fasilitas wisata yang ada di objek wisata ini, sehingga masih merupakan potensi wisata alam yang bisa dikembangkan sebagai asset wisata daerah sekitar. Bukit Bulek Taram dikelilingi oleh rawa-rawa yang banyak ikannya dan pada hari libur sering dijadikan tempat memancing. Bukik Bulek berjarak 11,5 km dari kota Payakumbuh.

35. Kapalo Banda Taram

kapalo-banda-taram-2

Kapalo Banda Taram-merupakan salah satu objek wisata alam dengan pemandangan yang indah dengan banyak pohon yang hijau serta segarnya air yang ada di objek wisata ini. Pemandangan yang sangat hijau serta sejuk ini dipadu dengan bentangan sawah yang luas serta lokasinya yang tak jauh dari hutan, menjadikan suasana di sekitar Kapalo Banda Taram terasa sangat nyaman dan menyegarkan serta membuat pengunjung betah untuk bersantai berlama-lama disini.

Kapalo banda taram sendiri, dulunya hanya merupakan saluran irigasi, tetapi kini setelah adanya sedikit pembangunan, akhirnya menjadi objek wisata yang mampu menyedot wisatawan dengan tampilan panorama alam yang menakjubkan. fasilitas penunjang lainnya memang belum bisa di temukan di lokasi objek wisata ini.

36. Air Terjun Lubuak Bulan

air terjun lubuak bulan

Air Terjun Lubuak Bulan ini mempunyai ketinggian kurang lebih sekitar 50 meter. Di sini, para penjelelajah pun tidak bisa menghabiskan waktunya untuk berendam air ataupun berenang. kebanyakan yang datang ke sini hanya bisa menggunakan air dari air terjun untuk membasuh muka ataupun sekadar menampung sedikit air untuk minum.

Air Terjun Lubuak Bulan ini berada di Jorong Koto Tinggi Kubang Balambak, Kanagarian Simpang Kapuak, kec. Mungka, Kab. Lima Puluh Kota. lokasi air terjun ini berjarak sekitar 4 hingga 5 jam perjalanan dari kota Payakumbuh. Perjalanan menuju ke air terjun ini hanya bisa dilakukan menggunakan sepeda motor.

37. Ngalau Indah

Ngalau Indah

Ngalau Indah merupakan sebuah goa yang terletak sekitar 4 km dari pusat Kota Payakumbuh atau 31 km dari kota Bukittinggi. Objek ini merupakan sebuah goa alam dengan beberapa mulut goa sebagai akses masuk dan keluar. Di dalam gua besar ini pengunjung dapat melihat keindahan stalagtit dan stalagmit yang masih terjaga dengan baik.

Di dalam gua dengan ketinggian kurang lebih 640 mdpl ini terdapat sejumlah bagian dari gua yang memiliki bentuk unik dan sangat khas. Salah satu diantaranya adalah batu gong. Batu gong merupakan sebuah batu berlubang dengan bentuk seperti kerucut berongga atau menyerupai lonceng.

38. Panorama Ampangan

14533704_1104479242938594_2256522349270532096_n

Objek wisata Ampangan merupakan tempat favorit bagi masyarakat sekitar kota Payakumbuh. Tidaklah heran jika tempat ini menjadi tempat yang favorit, karena memang lokasinya yang berada di perbukitan menghadirkan pemandangan yang sangat indah dan lebih luas.

Lokasi Panorama Ampangan ini berada di kaki gunung Sago, perbukitan Kenagaraian Aur Kuning, Kelurahan Ampangan, Kecamatan Payakumbuh Selatan. Ditempuh sekitar 6 Km dari pusat kota Payakumbuh. Anda dapat menuju kesini dengan berbagai alternatif kendaraan, baik itu kendaraan pribadi ataupun dengan kendaraan umum.

39. Panorama Padang Mengatas

http://bptupadangmengatas.com/

http://bptupadangmengatas.com/

Padang Mengatas merupakan sebuah Padang rumput hijau yang luas dan indah ini terletak di pinggang Gunung Sago dan membentang luas dari Padang Mengatas hingga ke Tapak Gajah kurang lebih 1,5 Km. Akses menuju ke sana cukup bagus.

Pastikan Anda membawa kamera memasukkan Padang Mengatas sebagai destinasi liburan terbaik. Padang Mengatas terletak di Jl. Padang Mangatas, Mungo, Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Indonesia

40. Paralayang di Taeh Bukik

di-atas-ketinggian-gunung-bungsu-bermain-paralayang-960x620

Setelah diresmikannya Kejuaraan Nasional Paralayang di Taeh Bukik Kabupaten Limapuluh Kota pada 9 — 14 Juni 2015 yang lalu banyak atlet olahraga nasional menampilkan kebolehan di ajang bergengsi ini. Tempat ini menjadi favorit untuk menyaksikan paralayang sedang berlatih.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *